"Bomber Celana Dalam" Dipenjara Seumur Hidup

Hakim pengadilan Amerika Serikat di kota Detroit memvonis hukuman penjara seumur hidup kepada Umar Farouk Abdulmutallab atas kasus terorisme. Pria asal Nigeria ini bersalah saat berupaya melancarkan aksi bom bunuh diri di dalam pesawat Delta Airlines pada 25 Desember 2009.

"Tidak dapat disangkal lagi ini adalah aksi terorisme," kata Hakim Pengadilan Distrik Nancy Edmunds saat pembacaan vonis atas Umar pada Kamis waktu setempat, seperti dikutip kantor berita Reuters. Pria 25 tahun itu tidak menunjukkan emosi sama sekali begitu mendengar vonis bersalah dan hukuman dari hakim. Dia pun sudah mengaku bersalah atas semua tuduhan pada sidang Oktober 2011.

Tidak satupun kerabat terpidana hadir di sidang pengadilan itu. Namun pengacara Umar, Anthony Chambers, membacakan pernyataan tertulis dari keluarganya yang berharap agar Departemen Kehakiman AS meninjau ulang hukuman dari hakim.

Oleh kalangan media massa di AS, Umar dijuluki "Bomber Celana Dalam." Pasalnya, dia menyembunyikan bom di balik celana dalam yang dia kenakan saat naik pesawat maskapai Northwest Airlines rute Amsterdam (Belanda) - Detroit. Pesawat itu membawa 300 penumpang dan awak.

Aksi teror itu akhirnya gagal total dan Umar sendiri menderita luka bakar saat berupaya meledakkan bom. Dia berhasil dibekuk awak dan sesama penumpang serta langsung dicokok pihak keamanan begitu mendarat di Detroit.  

Empat penumpang dan seorang awak pesawat Delta, yang turut terbang bersama Umar, hadir mengaku kepada hakim bahwa mereka masih terguncang atas insiden tersebut.

"Saya punya pekerjaan impian yang bisa keliling dunia dan bertemu dengan beragam orang. Tapi terdakwa telah merenggut kenikmatan itu," kata LeMare Mason, awak kabin Delta yang menjadi salah satu saksi. Dia saat itu berjasa memadamkan api dari bom rakitan yang berupaya diaktifkan Umar.

2 Responses to ""Bomber Celana Dalam" Dipenjara Seumur Hidup"

Selamat Datang Di BOCHOR BLOG